<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IFAcademy.org &#187; Opinions</title>
	<atom:link href="http://ifacademy.org/category/opinions/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ifacademy.org</link>
	<description>Islam Education for Our Family</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 May 2012 20:22:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Share your opinion</title>
		<link>http://ifacademy.org/share-your-opinion/</link>
		<comments>http://ifacademy.org/share-your-opinion/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 17:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepsek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ifacademy.org/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[If you like to share your view about the school. You may send  it via email to admin.IFAcademy@gmail.com.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>If you like to share your view about the school. You may send  it via email to admin.IFAcademy@gmail.com.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ifacademy.org/share-your-opinion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Are We There Yet?</title>
		<link>http://ifacademy.org/are-we-there-yet/</link>
		<comments>http://ifacademy.org/are-we-there-yet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 17:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepsek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ifacademy.org/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Are We There Yet? Haruskah ada? Keberadaan IFA dibangun bukan untuk memilah mana yang benar dan yang salah. Sangat jauh dari itu. Bahkan IFA mungkin belum berkompeten untuk memberikan fatwa benar atau salah, haram atau halal. Karena memang bukan ke sana arah tujuan IFA berjalan. IFA menghargai adanya perbedaan dalam menafsirkan sesuatu karena perbedaan sudut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Are We There Yet?</span></span></span></strong></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></strong></p>
<p class="EC_MsoNormal"><strong><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Haruskah ada?</span></span></span></strong></p>
<p class="EC_MsoNormal"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Keberadaan IFA dibangun bukan untuk memilah mana yang benar dan yang salah. <span> </span>Sangat jauh dari itu. Bahkan IFA mungkin belum berkompeten untuk memberikan fatwa benar atau salah, haram atau halal.<span> </span>Karena memang bukan ke sana arah tujuan IFA berjalan.</span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">IFA menghargai adanya perbedaan dalam menafsirkan sesuatu karena perbedaan sudut pandang merupakan rahmat yang luar biasa besarnya. Ini merupakan bukti betapa nikmatnya kehidupan manusia yang memang sejatinya bukan di <em>set up</em> oleh Alloh SWT untuk kehidupan yang homogen. <em>Wallohualam.</em> </span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Dengan menganut falsafah yang seperti ini, maka keluaran (output) dari IFA pun tidak di-disain untuk bermuara pada satu kutub yang sama dalam hal aplikasinya. Dengan beragam keluarga yang ada <em>plus</em> latar belakang keluarga yang <em>macem-macem</em>, maka akan beragam pula bentuk aplikasi ritual sehari-harinya. Seolah pak Kyai (Ustad atau Syeikh)-nya bilang, “<em>Para santri, silahkan mencari aplikasi yang sesuai dengan tingkat kenyamanan masing-masing keluarga</em>”.</span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Paling tidak, ada empat alasan mengapa media <em>kumpul-kumpul</em> setiap hari Sabtu ini kita perlukan. Ternyata ada kesamaan tuntutan alam bawah sadar bahwa:</span></span></span></span></p>
<ol>
<li>
<div class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span lang="ES">Kita semua sepakat akan menjadi <em>kalang kabut</em> kalau hanya mengandalkan lingkungan sekitar, dunia kerja atau sekolah dalam proses membentuk kharakter/value untuk keluarga dan anak-anak kita. Kehidupan di US dengan segala tekonologi penunjangnya (Internet, TV dan lain-lain) telah mengharuskan kita untuk berkonsentrasi saling menjaga antar keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.</span> Kalau tidak demikian, tanpa <em>partnership</em> hanya waktu yang menentukan kapan benteng pertahanan keluarga kita akan <em>ambrol</em>. <em>Lha wong </em>dengan <em>partnership </em>saja masih belum menjamin tidak <em>ambrol</em>.</span></span></span></div>
</li>
<li>
<div class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Kita juga sepakat akan <em>belepotan</em> dalam hal mengajar anak-anak kita, sementara kita sendiri masih <em>pas-pasan</em> saja pengetahuannya. Sebuah ironi yang salah kaprah selama ini yang telah mendarah daging dalam tatanan masyarakat kita. <span lang="ES">Ada bentuk legitimasi tak tertulis bahwa “<em>Belajar hukumnya wajib untuk anak-anak saja. Sementara untuk orang tua, belajar hukumnya adalah Sunat</em>”. Bagi yang bujang atau yang belum punya anak, ini <em>kindest reminder </em>saja <img src="http://gfx2.hotmail.com/mail/w3/ltr/emoticons/smile_teeth.gif" alt="" width="19" height="19" />.</span></span></span></span></div>
</li>
<li>
<div class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"></span></span></span><span style="font-family: Times New Roman;"><span lang="ES"><span style="color: #000000; font-size: small;">Masing-masing keluarga mempunyai tingkat kebutuhan yang berbeda. Dan itu hukumnya sah-sah saja.<span> </span>Karena pada akhirnya yang benar-benar tahu tentang kebutuhan kita, tentunya hanya kita sendiri. <em>Iya to?<span> </span></em>Tidak mungkin <em>to</em> kebutuhan kita di <em>dikte</em> oleh orang lain.<span> </span>Bukan hanya <em>ngelunjak</em> istilahnya, tetapi juga masuk kategori kurang ajar </span></span></span><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Wingdings;" lang="ES"><span><img src="http://gfx2.hotmail.com/mail/w3/ltr/emoticons/smile_wink.gif" alt="" width="19" height="19" /></span></span><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman;">.<span> </span>Kalau memang belum dapat tahun ini mulai belajar mengajinya, mungkin tahun depan. Silahkan saja. <em>Lha wong</em> masing-masing keluarga kebutuhannya berbeda.</span></span></span></span></div>
</li>
<li>
<div class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"></span></span><span style="font-family: Times New Roman;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Dari semua point di atas, diperlukan sebuah komitmen dalam mencapainya.<span> </span>Komitmen untuk menjaga agar program yang ada dapat berjalan sesuai dengan harapan dari masing-masing keluarga dan sekolah. Komitmen dari sekolah untuk memberikan nilai tambah (<em>added value</em>) yang bermanfaat untuk bekal di rumah masing-masing setelah 2 jam belajar bersama di Masjid.<span> </span>Maka jadilah program yang padat. Dua jam review di masjid, 6 hari 22 jam di rumah.<span> </span>Sekali setiap enam bulan di ujikan.<span> </span>Bagaimana <em>nggak </em>padat? <img src="http://gfx2.hotmail.com/mail/w3/ltr/emoticons/smile_regular.gif" alt="" width="19" height="19" /></span></span></span></span></div>
</li>
</ol>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Program Review </span></span></span></strong></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Salah satu <em>phase </em>penting bagi kita semua adalah mereview ulang antara tujuan dan tingkat pencapaian.<span> </span>Pencapaian tentunya bukan hanya sekedar “<em>asal tercapai</em>”, tetapi “tercapai” dengan tingkat kualitas yang sesuai dengan harapan kita semua.<span> </span>Untuk kelas Al-Quran misalnya. Tujuan akhir dari kelas ini bukan hanya memberikan anak kita pengetahuan tentang bacaan “huruf per huruf” di Al-Quran.<span> </span>Kita sekarang tahu bahwa membaca Al-Quran ternyata memerlukan pengetahuan tentang Tajweed dan Makhraj. Ilmu nafas salah satu tambahan lagi. <em>Pening? <img src="http://gfx2.hotmail.com/mail/w3/ltr/emoticons/smile_sniff.gif" alt="" width="19" height="19" /></em></span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Kalau tingkat pencapaianya sesuai dengan target yang dicanangkan diawal, maka patut bersyukurlah kita semua. Ternyata kapalnya berlayar sesuai dengan keinginan penumpang dan nakhoda.<span> </span>Namun demikian, kenyataan menunjukan bahwa <em>most likely</em> tidak semua pencapaian sesuai dengan target awalnya.<span> </span>Untuk itulah diperlukan duduk kembali antara penumpang dan nakhoda kapal dalam melihat celah mana yang masih perlu ditambal dan alat apa yang digunakan untuk menambal.</span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">The No Family Left Behind Act</span></span></span></strong></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Yang mempunyai kemampuan untuk dapat maju dengan cepat, sebagai orang tua, kita wajib mempersiapkan fasilitas penunjangnya.<span> </span><span lang="NO-BOK">Yang kurang cepat, sebagai orang tua, kita mempersiapkan media <em>booster</em>-nya.<span> </span>Logikanya, kalau ada penumpang yang mabuk dan perlu penanganan khusus, sudah barang tentu komunikasi antara penumpang dan nakhoda adalah kuncinya.</span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="NO-BOK"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;">Saya menganut faham “<em>Perbedaan yang ada diantara kita merupakan bumbu dari kehidupan, sementara persamaan yang ada diantara kita adalah signal dari-NYA (dan tuntutan dari-NYA) untuk dapat berbuat lebih jauh lagi</em>”. <span> </span><em>Lha</em> kalau punya kemampuan tetapi diam saja bukankah itu berarti men-<em>dholim</em>-i nikmat yang sudah diberikan oleh NYA selama ini.</span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Kalau setiap ketemu hari Sabtu yang kita bicarakan hanyalah perbedaan yang ada, mencari sisi lemahnya saja, maka saya sarankan untuk cepat mencari pelampung pengaman untuk masing-masing karena sudah pasti sebentar lagi kapal kita akan karam tenggelam. <em>Ciao! Wassalam!</em></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;">Selama masing-masing dari orang tua, pengajar dan sekolah telah melakukan fungsi sebagaimana mestinya, maka TIDAK ada istilah <em>bottleneck</em> dalam pengajian setiap hari Sabtu ini.<span> </span>Semua berkontribusi sesuai dengan porsi dan tingkat <em>comfortable zone</em>-nya masing-masing.<span> </span><span lang="ES">Tidak ada yang merasa paling berjasa. Semuanya sama nilai kontribusinya.</span></span></span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"><span style="font-family: Times New Roman; color: #000000; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="EC_MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman;"><em>Akhirulkalam</em>, IFA bukan dominasi ekslusif warga Indonesia saja. IFA bukan milik territorial warga yang berdomisili di Katy saja.<span> </span>IFA merupakan salah satu alternative dari sekian banyak alternatives yang ada untuk belajar bersama dalam scope internal keluarga dan juga sesama keluarga Muslim yang ada. <span> </span>From what we have now, <em>Are we there yet?</em> <em>(Prahoro Nurtjahyo, 18 Mei 2009)</em></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ifacademy.org/are-we-there-yet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Establish, Grow and Contribute More</title>
		<link>http://ifacademy.org/establish-grow-and-contribute-more/</link>
		<comments>http://ifacademy.org/establish-grow-and-contribute-more/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 07:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepsek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ifacademy.org/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 8 bulan merangkak untuk mencoba berdiri lagi, akhirnya perjalanan dan komitmen dari rekan-rekan untuk mewujudkan idea bersama mulai menunjukkan titik terang. Jalan masih panjang, banyak PR yang harus dikerjakan satu per satu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hampir 8 bulan merangkak untuk mencoba berdiri lagi, akhirnya perjalanan dan komitmen dari rekan-rekan untuk mewujudkan idea bersama mulai menunjukkan titik terang.<span id="more-161"></span></p>
<p>Jalan masih panjang, banyak PR yang harus dikerjakan satu per satu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ifacademy.org/establish-grow-and-contribute-more/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What is IFA?</title>
		<link>http://ifacademy.org/what-is-islam/</link>
		<comments>http://ifacademy.org/what-is-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 05:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepsek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ifacademy.org/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Ada perubahan yang harus disikapi dari kita sebagai orang tua dalam mengantisipasi perkembangan budaya di tengah tatanan masyarakat sosial yang berbeda dari “budaya asal“ kita. Tuntutan perubahan ini menjadi transparan ketika ada tanggung jawab moral yang harus diemban oleh setiap individu ketika mereka sudah berkeluarga apalagi kalau sudah dikaruniai anak. Terjadinya friction antara budaya lokal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada perubahan yang harus disikapi dari kita sebagai orang tua dalam mengantisipasi perkembangan budaya di tengah tatanan masyarakat sosial yang berbeda dari “budaya asal“ kita.</p>
<p>Tuntutan perubahan ini menjadi transparan ketika ada tanggung jawab moral yang harus diemban oleh setiap individu ketika mereka sudah berkeluarga apalagi kalau sudah dikaruniai anak. <span id="more-132"></span>Terjadinya friction antara budaya lokal (US) dan budaya asal (Indonesia) adalah sesuatu yang alami dan merupakan konsekuensi logis dari buah hasil perkawinan silang antara keputusan untuk berani hidup di sini (US) dengan value/nilai kehidupan yang kita memperolehnya dari budaya asal (Indonesia).</p>
<p>Tarik-menarik antara magnet yang bersumber pada budaya lokal demikian sangat kuatnya. Kekuatan ini sangat riskan kalau hanya diimbangi oleh kekuatan individu. Hanya masalah waktu yang akan menentukan, sampai kapan kekuatan individu yang bersangkutan akan mampu bertahan. Ketika banyak lubang yang harus ditambal, apalagi lubang itu tidak hanya mengancam posisi orang tua saja, tetapi justeru lebih gencar tertuju kepada anakanak kita.</p>
<p>Berangkat dari kondisi yang ada saat ini dan prediksi tantangan yang menghadang di masa depan, sudah hampir dapat dipastikan bahwa wajah Islam di komuniti ini akan sangat tergantung dari peran kita dalam mempersiapkan anakanak kita. Sehingga permasalahan ini bukan lagi monopoli dari keluarga per keluarga, melainkan sudah masuk dalam territorial sebuah komuniti.</p>
<p>Ketika komuniti muslim sangat bergantung dari keluarga muslim disekitarnya, maka sudah barang tentu keluargalah yang harus diperkuat basisnya. Methoda belajar bersama dalam keluarga inilah yang saat ini ditawarkan oleh IFA (Islamic Family Academy) sebagai salah satu pilihan dalam menghadapi tantangan di masa depan. (AP1)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ifacademy.org/what-is-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

